dakwatuna.com – “Janganlah kalian berangan-angan mengharapkan datangnya kematian. Karena, kalaulah dia orang baik, siapa tahu ia bisa menambah kebaikannya. Dan kalaulah dia adalah orang jahat, siapa tahu ia bisa meminta penangguhan (untuk bertobat).” (HR. Bukhari)
Hadits di atas diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Adapun hikmah yang dapat diambil dari hadits ini adalah:
Bahwa dalam menjalani roda kehidupan di dunia ini, tak jarang ada jurang terjal menghadang, ada aral besar yang melintang, atau bahkan samudra luas yang membentang; menghadang setiap langkah dalam menempuh perjalanan. Dan tak jarang, tajamnya aral yang melintang, ditambah dengan gelapnya sisi lain kehidupan dunia yang diwarnai dengan saling fitnah dan saling hantam, dihiasi juga dengan keburukan dan kemunafikan, membuat sebagian orang berputus asa dalam menjalani bentangan samudra kehidupan. Karena ia beranggapan, lebih baik “pulang” sekarang menuju kematian, dari pada harus menunggu hari esok yang entah fitnah apalagi yang akan menghadang, ataupun karena beratnya beban kehidupan, di tengah hedonisme nya zaman, atau juga karena beratnya permasalahan, yang terasa demikian mencengkram.
Namun ternyata hadits di atas melarang siapapun untuk berharap dan meng-angankan kematian, terhenti dari segala aktivitas duniawi dan aktivitas pekerjaan. Karena betapapun, setiap detik kehidupan adalah anugrah ilahi, yang tentunya akan sangat berarti. Bisa jadi, dengan masih langgengnya nafas dalam badan, akan menambah kebaikan bagi setiap orang yang mendambakan keridhaan Ar-Rahman. Atau dengan masih langgengnya kehidupan, akan semakin memberi kesempatan bagi orang yang berbuat maksiat, untuk melakukan tauabatan nashuhan.
Maka Islam mengajarkan optimisme dalam menapaki jalan menuju hari depan, dan melarang pesimisme dalam mengarungi setiap cobaan dan ujian. Karena sekali lagi, setiap detik nafas yang dihembuskan, adalah samudra potensi kebaikan. Allah berfirman, “…dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (Yusuf : 87) (sb/dakwatuna)
Advertisements
Redaktur: Samin Barkah
Beri Nilai:
(12 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...
Tentang Rikza Maulan, Lc. MAg.
Direktur Institut for Islamic Studies & Development Jakarta. Aktif mengisi seminar-seminar ekonomi syariah, memberikan ceramah dan kegiatan kemasyarakatan.
Tim Barzah Bantu Evakuasi Jenazah Tenggalam di Danau pixabay REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Tim Badan Pemulasaran Jenazah (Barzah) Dompet Dhuafa (DD) bersama Polsek Ranca Bungur Bogor membantu evakuasi jenazah pelajar Yayasan Pendidikan Umat Islam (YPUI) Jakarta Selatan, Supriadi. Pelajar berusia 17 tahun ini dievakuasi setelah tenggelam di Danau Bangkong Reang Pabuaran saat melangsungkan kegiatan OSIS sekolah-nya pada Sabtu (30/9) kemarin. "Almarhum tenggelam bersama dua orang temannya yang sudah dievakuasi lebih dulu. Supriadi adalah korban ketiga yang dievakuasi," ujar Direktur Program Dompet Dhuafa, Imam Rulyawan kepada Republika.co.id , Ahad (1/10). Bersama kakak kandung almarhum, kata Rulyawan, Tim Barzah pun langsung membawanya ke rumah duka di kawasan Bintaro Sektor 1, Jakarta Selatan. "Almarhum merupakan anak ke empat dari empat bersaudara putera dari pasangan Bapak Sadani dan Ibu Halimatusa'diyah," ucap Rulyawan. Rulyawan mencerit...
Kisah Ade, Mantan Kuli Pasar yang Jadi Penulis Buku Dok LAZ Al Azhar REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ade Nurpalah (24 th) merupakan pemuda asal Majalengka, alumnus Rumah Gemilang Indonesia (RGI) Angkatan ke-14 dari Kelas Desain Grafis. Bulan Agustus 2017 ini ia berhasil membukukan tulisan-tulisannya dan diterbitkan oleh Penerbit Wahyu Qolbu. Buku yang diberi judul MERELAKAN ia garap selama tujuh hari bersama Weni Evasari yang juga alumni RGI Angkatan 14 ini bertema tentang cinta untuk anak muda. Baru beberapa hari diterbitkan bukunya pun sudah banyak terjual dan sudah tersedia di Gramedia. Pemuda yang akrab disapa Ade ini juga rajin memposting meme dakwah melalui akun Instagram pribadinya @nurpalahdee. Sebelum menerbitkan buku dan sebelum jadi peserta diklat RGI, Ade adalah inisiator akun Instagram @Muslim_MoveON yang kini followe r-nya sudah mencapai 200-ribuan. Melalui akun itulah ia berkarya. Ade berasal dari keluarga yang sederhana. Bahkan untuk membiayai...
Comments
Post a Comment