Lebih dari Sepuluh Pesantren Disebut Terindindikasi Radikal

Lebih dari Sepuluh Pesantren Disebut Terindindikasi Radikal

Republika/Gumanti Awaliyah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengeluarkan data menyangkut pesantren radikal di Tanah Air. Menurut data BNPT, ada lebih dari sepuluh pesantren di Indonesia terindikasi radikal. Pesantren tersebut berada di beberapa daerah Jawa dan Luar Jawa.

Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin mengatakan bahwa berdasarkan data yang dikeluarkan BNPT menyebutkan beberapa pesantren adikal. "Lebih dari 10-lah (yang terindikasi radikal)," ujar Kamaruddin saat ditemui di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Rabu (4/10).

Namun, dia belum bisa menjelaskan nama-nama pesantren yang terindikasi radikal tersebut. Hanya saja, dia menjelaskan, bahwa pemahaman radikal tersebut muncul disebabkan berdasarkan peristiwa yang terjadi di beberapa negara Timur Tengah.

"Kan transaksional idelogi impor, dampak dari krisis dari Timur Tengah, persitiswa di Syria, Libya dan Yaman. Teroris lahir dari negera gagal, jadi tentu luas didiskusikan," ucapnya.

Menurut Kamaruddi, pesantren di Indonesia harus berjuang untuk melawan ideologi-ideologi impor tersebut, sehingga Islam moderat di Indonesia tetap terjaga. "Pesantren selama ini berjuang untuk melawan itu semua, jadi benteng moderasi Islam," kata Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin ini.

Dia menambahkan, meskipun radikalisme masih terbilang kecil di Indonesia, jika dibiarkan terus maka akan berbahaya bagi keragaman di Indonesia. "Jadi kita terus melakukan komunikasi dan bantuan juga terhadap mereka, butuh proses. Ketika mempunyai pemahaman radikal itu butuh proses. Kita semua sesungguhnya punya berpotensi membantu melakukan moderasi itu," ujarnya.




Sumber : Republika

Comments

Popular posts from this blog

Tim Barzah Bantu Evakuasi Jenazah Tenggalam di Danau

Kisah Ade, Mantan Kuli Pasar yang Jadi Penulis Buku